Mengidentifikasi Ciri-Ciri Hikayat

Mengidentifikasi Ciri-Ciri Hikayat

  1. Siswa dapat membaca teks hikayat
  2. Siswa dapat mengidentifikasi ciri hikayat sebagai bentuk karya sastra lama

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah berujar “Jas Merah”. Pernah dengar istilah itu? Atau kalian tahu artinya? Ya, Jas Merah adalah akronim dari Jangan Sampai Melupakan Sejarah. Sejarah memperkuat peradaban suatu bangsa. Begitupun sejarah karya sastra. Kita tidak boleh menghindari dan melupakan karya-karya sastra luar biasa dari masa lampau.

Salah satu warisan karya sastra masa lampau adalah hikayat. Hikayat penuh dengan adegan-adegan yang hebat dan fantastis, tidak kalah dengan karya fiksi masa kini macamHarry Potter atau The Lord of The Rings. Hikayat diciptakan dengan kreativitas yang mengagumkan. Bagaimana tidak, sebuah hikayat terkadang sering mengkritisi norma-norma klasik yang ada pada zaman karya itu dibuat. Hal itu berarti pada zaman dahulu juga sudah ada karya-karya yang mencoba mengontrol sosial di sekitarnya.

Itulah sikap kritis hikayat. Oleh sebab itu, kita bisa sebut hikayat sebagai sebuah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa dan biasanya berisikan kisah, pasal-pasal hukum adat, pohon silsilah raja-raja terdahulu, aturan agama, biografi tokoh tersohor masa lalu, atau anekdot panjang.

Khazanah warisan budaya berupa hikayat memang sudah jarang dibacakan saat ini. Akan tetapi, pada zaman dahulu hikayat seringkali disampaikan oleh tokoh sastra sebagai pelipur lara masyarakat, motivasi peperangan, hiburan di pesta rakyat, dan pembangkit semangat prajurit.

Karena hikayat dibuat di sebelum abad 19, terdapat ciri-ciri khusus yang dapat kita kenali dari jenis sastra lama ini, antara lain:

  1. Bersifat Istana sentris; yakni tokoh kisahan di dalam hikayat berhubungan dengan raja, sultan, atau keluarganya. Misalnya saja Hikayat Raja-raja Pasai.
  2. Bersifat fantastis; yakni alur cerita dalam hikayat terkadang keluar dari logika umum. Misalnya saja ada tokoh burung bangau yang bisa bicara dalam Hikayat Rama …
  3. Terdapat kata-kata klise yang sekarang sudah jarang digunakan dalam keseharian. Misalnya, hatta, maka, sebermula, syahdan, tersebutlah perkataan, dan sebagainya.
  4. Ada beberapa karya hikayat yang penulisnya tidak disebutkan (anonim).
  5. Kebanyakan ide ceritanya bertemakan petualangan raja-raja atau calon raja atau pemimpin yang sakti.
  6. Penokohan yang terdapat dalam cerita bersifat hitam putih. Maksudnya tokoh baik (protagonis) selalu baik sepanjang cerita, begitupun tokoh jahat (antagonis) tidak akan menjadi baik.

Coba kenali lebih jauh ciri hikayat di bawah ini

Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak

Alkisah maka adalah sebuah negeri namanya Banduburi, rajanya bernama Maharaja Sahriyuna. Maka raja itu ada yang mempunyai saudara tua, maka di dalam masa ia sedari kecil sampai begitu besar hingga duduk jadi raja besar, belon pernah bertemu pada saudaranya yang tua sebab telah gaiblah ia tidak berketahuan di mana adanya dan di mana tempat tinggalnya, netahlah amati atawa hidup tiada diketahuinya sebab telah sudah berpisah bertahun-tahun dan berbulan-bulan.

Hatta maka diceritakan oleh orang yang berhikayat, Maharaja Sahriyuna amat besar di dalam pangkat kerajaannya, berperang sana ke mari beberapa menaklukkan anak raja-raja dan banyak yang sudah dialahkannya, semuanya itu di bawah perintahnya. Maka adalah beberapa tahun lamanya kerajaan di dalam negeri Banduburi, maka mendapatlah seorang putra perempuan terlalu amat baik parasnya dan gilang gemilang warnanya dan cemerlanglah cahayanya dan amal kilau-kilauanlah wajahnya. Maka lalu diberi namalah Tuan Putri Budi Wangi namanya. Maka baginda pun terlalu amat kasih sayang dengan anaknya itu seperti tiada rajaraja yang lain seta dipeliharakan mana sepertinya hingga Tuan Putri Budi Wangi tahu bermain-main dengan dayang-dayangnya.

(Sumber: Naskah Dokumen Nusantara Seri XXVI)

Pembahasan

Pada naskah hikayat di atas, dapat kita kenali beberapa ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, yakni:

  1. Muncul kata-kata arkais atau klise yang sekarang sudah jarang digunakan, seperti nampak pada awal paragraf 1 dan paragraf 2.
  2. Berkisah tentang cerita raja di zaman lampau dari kerajaan Banduburi (paragraf 1, kalimat 1)
  3. Berkisah tentang petualangan raja (paragraf 2, kalimat 1)

Poin Penting

Versi asli hikayat, kebanyakan ditulis dalam huruf Arab Melayu gundul tanpa harakat.

 

Incoming search terms:

  • identifikasi teks hikayat
Mengidentifikasi Ciri-Ciri Hikayat | Admin | 4.5