Sejarah Keberadaan Atom Menurut para Ilmuwan

Sejarah Keberadaan Atom Menurut para Ilmuwan – Pada topik ini, kalian akan belajar tentang sejarah keberadaan atom dan perdebatan yang terjadi antara para ilmuwan untuk mengungkap adanya atom, sehingga muncul beberapa postulat dan eksperimen untuk membuktikan adanya atom tersebut. Untuk lebih jelasnya, pelajari materi di bawah ini.

W1siZiIsIjIwMTUvMDcvMDkvMDAvMDUvMDEvNzk5L1NlamFyYWglMjBrZWJlcmFkYWFuJTIwYXRvbSUyMG1lbnVydXQlMjBwYXJhJTIwaWxtdWFuLmpwZyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dLFsicCIsImNvbnZlcnQiLCItY29sb3JzcGFjZSBzUkdCIC1zdHJpcCIseyJmb3JtYXQiOiJqcGcifV1d Sejarah Keberadaan Atom Menurut para Ilmuwan

Pada 2500 tahun yang lalu, para ilmuwan Yunani Kuno menyatakan bahwa materi terdiri dari bagian-bagian yang sangat kecil, disebut atom. Kata atom berasal dari kata Yunani atomos (a = tidak, tomos = terbagi) yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Pengertian atom sebagai partikel terkecil suatu zat yang tidak dapat dipecah lagi, dikemukakan pertama kali oleh seorang ahli filsafat Yunani Leukippos dan Deumokritus—yang hidup pada abad ke-4 sebelum Masehi (400 – 370 SM)—yang menyatakan bahwa pembagian partikel bersifat diskontinu. Pendapat ini bertahan cukup lama, meskipun para ilmuwan pada zaman itu belum bisa menjelaskan peristiwa-peristiwa perubahan zat yang terjadi di alam.

Kemudian, terdapat pendapat lain yang dikemukakan oleh Aristoteles (384 – 332 SM) yang menyatakan bahwa pembagian partikel bersifat kontinu. Artinya, materi dapat dibagi terus-menerus tanpa batas. Pada saat itu pendapat Aristoteles lebih banyak mendapat dukungan sedangkan pendapat Leukippos dan Deumokritus semakin dilupakan karena popularitas dan kreadibilitas yang dimilikinya. Aristoteles dianggap sebagai ahli filsafat Yunani terbaik saat itu. Gagasannya sangat luas dalam berbagai bidang dan dituliskannya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan perkembangan pengetahuan seperti astronomi, biologi, metafisika, hukum, politik, logika, etika, dan estetika.

Pembahasan tentang atom muncul kembali pada abad ke-17 di Eropa. Saat itu, beberapa ilmuwan berusaha menganalisis perilaku gas karena partikel gas senantiasa bergerak, misal saat terjadi angin. Seorang Ilmuwan asal Inggris, yaitu Isaac Newton (1642-1727), mendukung dicetuskannya konsep atom ini. Penelitian Ilmuwan saat itu mengarah pada reaksi-reaksi yang berlangsung secara kimiawi, sehingga pada abad pada tahun 1774, Antoine Laurent Lavoisier(1743-1794)—seorang Ilmuwan asal Perancis—mengemukakan bahwa dalam reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Penemuan ini dikenal sebagai Hukum Kekekalan Massa. Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust (1754-1826)—ilmuwan asal Perancis—menemukan Hukum Perbandingan Tetap yang menyatakan bahwa unsur-unsur bergabung dengan perbandingan tertentu.

Berdasarkan berbagai penemuan pada masa itu, John Dalton (1766 – 1844)—seorang guru sekolah dari Inggris yang ahli dalam bidang fisika dan kimia—merumuskan teori atom pertama sekitar tahun 1803-1807, yang kita kenal sbagai teori atom Dalton. Jadi, atom adalah bagian terkecil dari unsur. Atom bersifat netral (tidak bermuatan listrik). Postulat yang dikemukakan Dalton dapat disimpulkan sebagai berikut.

a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi dengan reaksi kimia biasa.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Suatu unsur sama memiliki atom-atom yang identik (sifat dan massa sama), tetapi berbeda dengan unsur yang lain.
c. Atom tidak dapat dipecah lagi menjadi partikel yang lebih kecil dengan sifat yang sama.
d. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya, pada air terdiri dari atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
e. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Pemikiran Dalton mengenai atom dikenal dengan istilah model atom Dalton. Melalui model atom tersebut, dapat dikatakan bahwa beragam (ribuan bahkan sampai jutaan) zat-zat yang ada di alam sebenarnya berasal dari partikel-partikel terkecil unsur (atom) yang jumlahnya relatif sangat sedikit.

Postulat Dalton menggambarkan bahwa atom merupakan benda pejal seperti bola tolak peluru yang sangat kecil. Kemudian, postulat tersebut disempurnakan oleh ilmuwan-ilmuwan lain seperti J.J. Thomson, Rutherford, Niels Bohr, dan Louis de Broglie. Penyempurnaan itu dilatarbelakangi oleh pendapat yang berkembang pada abad ke-19, yang menyatakan bahwa atom masih dapat dibagi menjadi partikel subatomik seperti elektron, proton, dan neutron.

Sejarah Keberadaan Atom Menurut para Ilmuwan | Admin | 4.5