Tenaga Pembentuk Muka bumi dari Luar (Eksogen)

Tenaga Pembentuk Muka bumi dari Luar (Eksogen) – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses terjadinya bentuk muka bumi secara eksogen.

TENAGA PEMBENTUK MUKA BUMI DARI LUAR (EKSOGEN)

Bumi selalu mengalami perubahan meskipun perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya proses endogen dan eksogen. Bagaimanakah proses terjadinya bentuk muka bumi secara eksogen? Mari simak bahasan berikut.

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.

Secara umum tenaga eksogen berasal dari sejumlah sumber, yaitu:
• Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.
• Air, bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
• Organisme, yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yakni dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya, di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula, bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya gravitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.

Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin

Lebih lanjut, proses pengikisan bentang alam sesungguhnya diawali oleh proses pelapukan dan penghancuran batuan. Proses pelapukan ini akan menyebabkan terjadinya fragmen-fragmen batuan yang nantinya akan terangkut ke suatu tempat oleh tenaga pengangkut, seperti aliran air, gelombang, gletser, dan angin. Proses pengurangan dan pengangkutan material semacam ini disebut ‘pengikisan’.

Material hasil pengikisan yang terangkut ini akan mengendap dan membentuk lahan endapan. Karena itu, proses pengikisan dan pengendapan dapat dibedakan berdasarkan tenaga pengerjaannya serta bisa diuraikan sebagai berikut:

1) Pengikisan dan pengendapan oleh tenaga aliran air (stream)’
Proses pengikisan ini disebut erosi, yaitu proses pengikisan yang dilakukan oleh tenaga air yang jatuh dan mengalir. Proses tersebut menghasil¬kan bentuk lahan lembah-lembah sungai dan terkadang longsoran.

2) Pengikisan dan pengendapan oleh gelombang laut (wave)
Pengikisan oleh gelombang laut disebut ‘abrasi’, menghasilkan tebing terjal di tepi laut (cliff), tebing menggantung (nocth), terowongan laut, tiang-tiang laut (stack) dan gua di tepian laut (sea cave). Di Indonesia, bentukan ini banyak ditemukan di pantai selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, disebabkan oleh besarnya gelombang. Hasil pengendapan material oleh gelombang laut lazimnya berupa gosong pasir laut (bars) dan gisik pantai (beach ridges).

3) Pengikisan oleh es (glasial)
Erosi oleh luncuran salju yang mencair disebut ‘gletser’. Tenaga pengikisan gletser ini dibantu oleh material batuan hasil hancuran yang terangkut bersama es/salju yang mencair. Tenaganya sangat kuat sehingga menghasilkan bentuk lahan lembah glasial (cirques), tanduk-tanduk bukit (matterhorns), dan ngarai glasial (glacial through). Bentuk lahan ini, di Indonesia, hanya ditemukan di Pegunungan Jayawijaya, Papua.

4) Pengikisan oleh angin (wind)
Angin yang bertiup kencang mempunyai tenaga yang dapat mengikis suatu batuan. Berlangsungnya pengikisan oleh tenaga angin ini disebut ‘deflasi’. Pengerjaan ini akan menghasilkan bentuk lahan batuan berlubang angin (wind holes) dan batu jamur (mushroomrock). Fenomena ini di Indonesia sulit ditemukan karena umumnya hanya terjadi di wilayah gurun pasir. Adapun hasil pengendapan oleh pengikisan angin, antara lain, berupa gumuk pasir (sand dune). Bentuk lahan gumuk pasir banyak ditemukan di pantai selatan Jawa, seperti di Pantai Malingping (Banten) atau Pantai Parangtritis (Yogyakarta).

RANGKUMAN

1) Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen.
2) Proses pengikisan bentang alam, sesungguhnya diawali oleh proses pelapukan dan penghancuran batuan.

Tenaga Pembentuk Muka bumi dari Luar (Eksogen) | Admin | 4.5